BGTK NTT Adakan Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) di SMAN 1 Riung Barat

Maronggela – 02/10/2026.
Sebanyak 41 peserta mengikuti kegiatan Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Pasca Bencana bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Gelombang Pertama.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 29 hingga 31 Oktober 2026 ini dipusatkan di Aula SMAN 1 Riung Barat. Peserta pelatihan merupakan gabungan dari dua lembaga pendidikan menengah di wilayah tersebut, yakni SMKS St. Bertolomeus dan SMAN 1 Riung Barat. Acara ini resmi dibuka oleh Ibu Natalia Kolo, S.M selaku perwakilan BGTK (Balai Guru dan Tenaga Kependidikan) Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dalam arahannya, Ibu Natalia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa. Pertemuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar bersama-sana kembali saling menguatkan demi mengikis rasa cemas, menghilangkan rasa takut, dan mengembalikan rasa percaya diri pascagempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Atas dasar kebutuhan tersebut, Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran khusus untuk menyelenggarakan layanan dukungan psikososial ini. Program ini bertujuan mengembalikan rasa aman dan percaya diri para pendidik agar mereka dapat kembali menjalankan tugas mendidik anak-anak dengan optimal. Ibu Natalia juga menitipkan harapan besar agar para guru mampu memberikan dukungan moril, menjaga motivasi, serta memulihkan mental para peserta didik di sekolah.
"Mudah-mudahan kedepannya tidak ada lagi gempa sehingga kita dapat kembali beraktivitas dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas secara normal. Selamat mengikuti kegiatan ini, semoga bermanfaat untuk kita semua," ujar Ibu Natalia.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, para peserta didampingi oleh Ibu Yuliana Pei Siga, S.Pd, dan Ibu Maria Kristina Moi, S.Pd. selaku Fasilitator Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Pasca Bencana bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Gelombang Pertama.

Ibu Kristina menjelaskan, Tujuan Utama Kegiatan LDP selama tiga hari ini adalah, Membekali guru dan tenaga kependidikan agar memiliki resiliensi, mampu mengelola stres, serta siap memberikan layanan dukungan psikososial dan pemulihan bagi peserta didik pascabencana, dengan Fokus utama Materi, lebih mengarah pada Pelatihan mencakup pengelolaan emosi diri, teknik pendampingan trauma bagi siswa, pemulihan proses pembelajaran, serta penguatan kemitraan antar warga sekolah. Sebagai Fasilitator, keduanya secara bersama-sama memandu jalannya pelatihan, memfasilitasi simulasi praktis, serta mendampingi Guru dan Tendik dalam menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) pemulihan yang aplikatif di lapangan.
Kepala SMAN 1 Riung Barat, Bapak Heribertus Lungi, S.Pd, M.Pd, dalam sambutannya sebagai tuan rumah sekaligus panitia kegiatan ini menyampaikan bahwa kesuksesan program pemulihan bencana dari pemerintah ini sangat membutuhkan partisipasi dan kolaborasi aktif dari seluruh elemen sekolah. Beliau mengharapkan agar bapak, ibu guru dan pegawai dapat berpartisipasi aktif dengan mengikuti kegiatan ini hingga akhir agar nantinya dapat diterapkan secara maksimal baik terhadap murid maupun sesama rekan sejawat.

Di sela-sela pelatihan, Ferdinandus Mada, S.Pd, seorang guru peserta dari SMKS Santo Bertolomeus, mengungkapkan rasa syukurnya atas keterlibatan dirinya dalam mengikuti kegiatan LDP ini.
"Kami merasa senang mendapat kesempatan ini. Banyak hal baru yang kami peroleh. Yang terpenting bagi kami sebagai pendidik adalah bagaimana menerapkan materi ini di lapangan untuk menenangkan siswa dan mengembalikan kepercayaan diri mereka, terutama saat menghadapi anak didik yang menunjukkan ciri-ciri trauma akibat gempa atau bencana alam lainnya," ungkap Ferdinandus.
Sejauh pantauan Warta Sansarit, hingga memasuki hari ketiga pelaksanaan kegiatan LDP, peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini terlihat jelas saat peserta tergabung dalam beberapa kelompok terus bersemangat dan kompak dalam mengerjakan Lembar Kerja yang diberikan oleh para fasilitor sehubungan dengan materi yang diberikan.
Pengelola Web Sekolah
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini