Peduli Korban Gempa Flores, Korwas Dikbud NTT Wilayah Lima Salurkan Bantuan Gubernur di SMAN 1 Riung Barat
Peduli Korban Gempa Flores, Korwas Dikbud NTT Wilayah Lima Salurkan Bantuan Gubernur di SMAN 1 Riung Barat
Warta Sansarit, (Maronggela, 17/9/2026)
Rombongan Koordinator Pengawasan (Korwas) Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ngada menyalurkan bantuan dari Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk Bapak-Ibu Guru dan siswa, korban gempa Flores di SMAN 1 Riung Barat, Senin (14/9/2026).
Sejumlah bantuan kebutuhan siswa, berupa, Tas, alat tulis menulis, Seragam sekolah, Sepatu, Topi dan dasi juga termos air minum mini, selain beberapa kebutuhan siswa juga terdapat bantuan lain seperti selimut, tikar, beras, air mineral kemasan, hingga mi instan tiba di kompleks SMAN 1 Riung Barat pada pukul 12.00 WITA.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bapak Alfonsius Kolo, S.Pd, selaku Korwas Operasional Tingkat Satuan Pendidikan Menengah (SMA/SMK/SLB) Dinas Dikbud Provinsi NTT Wilayah V (Ngada-Nagekeo). Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Kepala SMAN 1 Riung Barat, Bapak Heribertus Lungi, S.Pd, M.Pd, bapak, ibu guru, pegawai dan siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Alfonsius Kolo menyampaikan amanat singkat dari Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, serta Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Ia menekankan pentingnya menjaga api semangat dedikasi di tengah situasi sulit.
"Dalam kondisi dan situasi sulit ini, diharapkan kepada Bapak dan Ibu guru agar tetap semangat mendampingi anak didik dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar. Terlebih, menjelang pelaksanaan kegiatan TKA kelas XII pada 26 Oktober 2026 mendatang," ujar Alfonsius.
Pasca gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu, aktivitas belajar mengajar SMAN 1 Riung Barat terpaksa dialihkan ke tenda-tenda darurat di lapangan sepak bola Kecamatan Riung Barat. Di sela-sela penyerahan bantuan, Korwas bersama rombongan menyempatkan diri menyapa langsung para siswa di tenda-tenda sederhana tersebut.
Rombongan Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur juga memberikan apresiasi dan motivasi kepada para siswa. Mereka meluangkan waktu mendengarkan kisah dan pengalaman para siswa saat gempa melanda.
Guna membangkitkan psikologis anak-anak, rombongan mengajak siswa bermain game "Pohon Harapan". Dalam permainan edukatif ini, setiap siswa diminta menuliskan impian dan harapan mereka pasca bencana. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan trauma sekaligus memicu optimisme baru bagi masa depan mereka.
Maronggela, tim Warta Sansarit.
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini