Jumat, 4 September 2026 08:04 WIB
1
|-
RATUSAN SISWA DAN GURU SMAN 1 RIUNG BARAT MELAKUKAN SIMULASI PENYELAMATAN DIRI DARI BENCANA GEMPA BUMI.
Maronggela Kamis (3 september 2026). Ratusan siswa dan guru SMAN 1 Riung Barat Menggelar Simulasi Penyelamatan diri dari bencana Gempa Bumi, Kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan sekolah menghadapi ancaman bencana tektonik di wilayah Flores.
Latihan evakuasi ini digelar sebagai respons cepat karena wilayah Flores masih dalam status siaga gempa susulan. Status tersebut ditetapkan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 melanda wilayah Flores pada tanggal 15 Agustus 2026 lalu.
Berdasarkan pantauan Warta Sansarit di lokasi, seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga staf pengajar, terlihat sangat antusias mendengarkan arahan dari instruktur terkait proses evakuasi yang aman dan terstruktur. Begitu simulasi dimulai, para siswa langsung mempraktikkan langkah melindungi kepala dan mencari jalur evakuasi menuju titik kumpul yang aman di lapangan terbuka.
Pihak sekolah menyatakan bahwa pengenalan mitigasi bencana sejak dini di lingkungan pendidikan sangat krusial, mengingat kondisi geografis Flores yang aktif secara seismik. Melalui simulasi berkala ini, diharapkan seluruh warga SMAN 1 Riung Barat tidak panik dan tahu persis tindakan penyelamatan yang harus diambil jika terjadi gempa susulan.
Sebagai bentuk respons cepat dalam menanggapi arahan Badan Penanggulangan Bencana Flores agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, pihak sekolah kini mengalihkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ke luar kelas. Proses belajar mengajar sementara waktu dilakukan di lapangan bola kaki Kecamatan Riung Barat menggunakan tenda seadanya. Meski hanya beratapkan terpal dan beralaskan bambu, kondisi tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat belajar para siswa.
Dari Maronggela, Warta Sansarit Melaporkan
Pengelolah Web Sekolah